WhatsApp, Instagram, Messenger, dan Discord, dibalas dari satu papan.
Customer memilih channel sendiri: ada yang DM Instagram, ada yang langsung WhatsApp. WaKita menaruh semua chat itu sebagai kartu di satu papan kanban, jadi tim tidak bolak-balik aplikasi dan tidak ada chat yang terlewat karena dicek di tempat yang salah.
- Messenger
- Discord
Waktu chat datang dari mana-mana
Empat aplikasi, empat inbox
WhatsApp dicek di HP, DM Instagram di aplikasi lain, Messenger di Facebook. Tiap admin membuka aplikasi yang berbeda, dan tidak ada satu daftar chat yang belum dibalas.
Customer pindah channel, konteks tertinggal
Customer bertanya di DM Instagram, lalu mengirim bukti transfer lewat WhatsApp. Admin yang membuka WhatsApp tidak tahu percakapan sebelumnya ada di Instagram.
Admin dibagi per aplikasi
Satu admin "pegang Instagram", yang lain "pegang WhatsApp". Saat satu channel ramai dan yang lain sepi, chat menumpuk di satu orang sementara admin lain menganggur.
Satu customer, dua channel, satu papan
19:02
DM Instagram
Rina melihat postingan tas baru dan mengirim DM Instagram: "Yang hitam masih ada?" Kartunya muncul di kolom Tanya produk dengan ikon Instagram. Dimas membalas duluan, jadi chat itu dipegang Dimas.
19:10
Menunggu bayar
Rina jadi pesan. Dimas menggeser kartu ke Menunggu bayar dan menulis catatan tim: "Tas hitam, kirim ke Bandung." Rina tidak melihat catatan itu.
20:30
WhatsApp masuk
Rina mengirim bukti transfer lewat WhatsApp ke nomor toko. Kartu WhatsApp-nya muncul di papan yang sama, dan Ayu melihatnya di filter Perlu dibalas.
20:34
Konteks tetap nyambung
Kartu Instagram Rina ada di papan yang sama. Ayu membaca catatan tim dari Dimas, lalu membalas di WhatsApp tanpa bertanya ulang pesanan yang mana.
20:40
Dikemas
Ayu menggeser kartu WhatsApp ke Dikemas, dan pesan otomatis kolom itu, kalau dinyalakan tim, terkirim ke WhatsApp Rina. Chat Instagram ditutup karena urusannya sudah pindah.
Besok
Selesai
Resi terkirim, kartu digeser ke Selesai. Owner melihat semua chat hari itu dari keempat channel di satu papan, lengkap dengan admin yang memegangnya.
Bedanya dengan membuka tiap aplikasi sendiri
| Tiap aplikasi sendiri | WaKita | |
|---|---|---|
| Tempat membalas | Empat aplikasi terpisah | Satu papan untuk semua channel |
| Chat belum dijawab | Dicek di tiap aplikasi | Filter Perlu dibalas untuk semua channel |
| Siapa pegang chat | Dibagi per aplikasi, sering timpang | Admin yang membalas pertama |
| Login | Password akun dibagi ke admin | Tiap admin punya login sendiri |
| Catatan internal | Di grup WhatsApp tim | Catatan tim di tiap chat, tidak terlihat customer |
| Status pesanan | Label manual, customer dikabari manual | Kolom papan dengan pesan otomatis |
Yang dipakai tim tiap hari
Yang balas pertama, dia yang pegang
Chat otomatis dipegang admin yang membalas duluan. Owner dan manager bisa memindahkannya ke admin lain.
Label, prioritas, kategori
Tandai chat dengan label berwarna dan prioritas Mendesak sampai Rendah, lalu kelompokkan papan per label, prioritas, atau admin.
Batas waktu
Beri tanggal janji ke customer. Kartu yang lewat batas waktu ditandai, dan filter Hari ini menunjukkan yang harus beres sekarang.
Pesan otomatis per kolom
Kartu digeser ke kolom berikutnya, customer langsung dikabari dengan pesan yang sudah kamu tulis.
Catatan tim
Catatan internal di tiap chat, tidak terlihat customer. Admin shift berikutnya langsung tahu konteksnya.
Nomor diabaikan
Nomor pribadi dan keluarga tidak masuk papan dan tidak dibalas otomatis.
Pertanyaan umum
Apa itu inbox omnichannel?
Satu tempat untuk membalas chat dari beberapa aplikasi. Di WaKita, chat WhatsApp, DM Instagram, Facebook Messenger, dan Discord masuk ke papan yang sama, dan tiap kartu menampilkan ikon channel asalnya.
Bagaimana cara menyambungkan tiap channel?
Dari halaman Koneksi akun. WhatsApp lewat API resmi dengan login Facebook, tanpa scan QR. Messenger lewat Page Facebook. Instagram lewat login Instagram, tanpa perlu Page. Discord lewat bot WaKita yang diundang ke server.
Chat dari orang yang sama di WhatsApp dan Instagram jadi satu kartu?
Belum. Tiap channel jadi kartu sendiri, tapi semuanya ada di papan yang sama, jadi admin bisa melihat keduanya dan meninggalkan catatan tim supaya konteksnya tidak hilang.
Nomornya masih bisa dibuka di HP?
Bisa. Pilih "Nomor WhatsApp Business" saat menyambung, maka chat tetap masuk di aplikasi WhatsApp Business di HP sekaligus di WaKita.
Harus menyambungkan semua channel?
Tidak. Sambungkan yang dipakai saja, misalnya WhatsApp dan Instagram dulu. Channel lain bisa ditambah kapan saja dari halaman Koneksi akun.
Bisa dicoba dulu?
Bisa. Demo dengan data contoh bisa dibuka sekarang, gratis dan tanpa daftar. Harga diumumkan saat akses dibuka.