1. Blog
  2. WhatsApp

Cara menggunakan 1 nomor WhatsApp untuk banyak admin

Satu nomor WhatsApp bisa dipegang beberapa admin sekaligus. Pahami konsep shared inbox, cara membagi chat, dan pilihan alat dari yang gratis sampai API resmi.

Customer kamu hanya kenal satu nomor: nomor toko. Mereka tidak peduli siapa yang sedang jaga, yang penting chat dibalas cepat dan jawabannya nyambung dengan obrolan sebelumnya. Masalahnya, di balik satu nomor itu sekarang ada dua, tiga, atau lima admin.

Artikel ini membahas cara memakai satu nomor WhatsApp untuk banyak admin: konsep dasarnya, pilihan alat yang tersedia, dan aturan kerja supaya tim tidak saling tabrak.

Kenapa tetap satu nomor, bukan satu nomor per admin?

Sebagian usaha memilih jalan pintas: tiap admin pegang nomor sendiri. Kelihatannya rapi, tapi efek sampingnya banyak:

  • Customer bingung harus chat ke nomor mana, dan sering chat ke dua nomor sekaligus.
  • Saat admin resign, riwayat chat dan kontak customer ikut pergi bersama HP-nya.
  • Nomor yang tercetak di kemasan, bio Instagram, dan iklan harus diganti tiap kali tim berubah.
  • Pemilik usaha tidak bisa melihat semua percakapan di satu tempat.

Satu nomor resmi milik usaha, dipegang bersama oleh tim, jauh lebih aman untuk jangka panjang. Tantangannya ada di cara membaginya.

Konsep shared inbox

Shared inbox (sering juga disebut team inbox atau WhatsApp multi admin) adalah satu kotak masuk yang dibuka bersama oleh beberapa orang. Mirip email [email protected] yang dibaca seluruh tim CS. Ciri shared inbox yang baik:

  1. Semua chat masuk ke satu tempat. Tidak ada chat yang hanya terlihat di HP satu admin.
  2. Tiap admin punya login sendiri. Jadi jelas siapa membalas apa.
  3. Ada tanda kepemilikan. Kalau satu chat sudah dipegang Rina, admin lain tahu dan tidak ikut membalas.
  4. Ada catatan internal. Info yang perlu diketahui tim, tapi tidak boleh terlihat customer, punya tempat sendiri.

Tanpa poin ketiga dan keempat, "banyak admin di satu nomor" biasanya berubah jadi balasan ganda dan janji yang tidak ditepati. Contoh masalahnya kami bahas di 7 masalah yang sering terjadi saat WhatsApp dikelola banyak admin.

Tiga cara memakai 1 nomor untuk banyak admin

1. Satu HP dipakai bergantian

Ini cara paling umum di usaha kecil. Satu HP kantor diletakkan di meja, admin pagi dan admin sore bergantian memegangnya.

Cara ini gratis dan tidak butuh setup. Batasannya, hanya satu orang yang bisa membalas pada satu waktu. Saat chat menumpuk, admin kedua cuma bisa menunggu. Serah terima shift juga rawan: "customer yang tanya ukuran tadi sudah dikirim foto belum?" sering tidak ada yang tahu.

2. Perangkat tertaut WhatsApp Business

Aplikasi WhatsApp Business bisa ditautkan ke perangkat lain lewat fitur perangkat tertaut. Menurut Pusat Bantuan WhatsApp, satu akun bisa dipakai di satu HP utama plus hingga empat perangkat tertaut (laptop, tablet, atau HP lain). Perangkat tertaut akan keluar otomatis kalau HP utama lama tidak dipakai, jadi HP utama tetap harus aktif. Aturan ini bisa berubah, cek Pusat Bantuan WhatsApp untuk versi terbaru.

Dengan cara ini, beberapa admin bisa membalas bersamaan dari perangkat masing-masing. Tapi semuanya tetap memakai satu akun yang sama. Di layar customer, di layar admin, bahkan di riwayat chat, tidak terlihat siapa yang mengetik balasan. Tidak ada tanda "chat ini sedang dipegang Andi", sehingga dua admin bisa membalas customer yang sama dalam waktu berdekatan.

3. Shared inbox lewat API resmi WhatsApp

Cara ketiga adalah menyambungkan nomor ke aplikasi shared inbox lewat WhatsApp Business Platform, yaitu jalur API resmi dari Meta. Chat masuk ke dashboard di browser, tiap admin login dengan akunnya sendiri, dan jumlah admin tidak dibatasi jumlah perangkat tertaut.

Meta juga mendukung nomor yang sama tetap aktif di aplikasi WhatsApp Business di HP sambil tersambung ke API (sering disebut coexistence). Jadi pemilik usaha masih bisa membalas dari HP kalau perlu, sementara tim bekerja dari dashboard.

Yang perlu diperhatikan: jalur API resmi punya aturan sendiri. Contohnya, membalas customer bebas dilakukan dalam jendela layanan 24 jam sejak pesan terakhir customer. Di luar jendela itu, kamu harus memakai template pesan yang sudah disetujui Meta, dan template dikenai biaya per pesan sesuai tarif Meta. Tarif dan aturannya berubah dari waktu ke waktu, jadi cek halaman harga WhatsApp Business Platform sebelum menghitung biaya.

Perbandingan lebih lengkap ketiga cara ini ada di WhatsApp Business untuk banyak admin: apa saja pilihannya?

Cara membagi chat supaya tidak tabrakan

Alat hanya separuh jawaban. Separuh lagi adalah aturan main tim. Ini aturan yang terbukti praktis di toko online, katering, sampai servis HP:

Satu chat, satu pemegang

Begitu admin membalas sebuah chat, chat itu jadi tanggung jawabnya sampai selesai. Admin lain tidak ikut menimpali, walaupun tahu jawabannya. Kalau perlu dioper, misalnya karena customer minta bicara dengan bagian retur, operan dilakukan secara jelas, bukan diam-diam.

Ambil dari antrean "belum dibalas"

Admin yang sedang kosong tidak perlu membuka semua chat satu per satu. Cukup lihat chat yang belum dibalas dan belum ada pemegangnya, lalu ambil dari yang paling lama menunggu.

Tulis status di tempat yang terlihat semua orang

Di katering, misalnya, chat customer berjalan lewat beberapa tahap: tanya menu, kirim penawaran, menunggu DP, pesanan dikonfirmasi, dikirim. Kalau tahap ini hanya ada di ingatan admin, admin shift berikutnya akan bertanya ulang ke customer. Pakai label, kolom papan, atau minimal spreadsheet sederhana.

Catatan internal untuk konteks

"Customer ini minta tanpa bawang", "sudah transfer, tunggu cek mutasi", "garansi masih berlaku sampai Desember". Info seperti ini perlu ditulis di catatan yang dibaca tim, bukan dikirim ke grup WhatsApp internal yang tenggelam dalam lima menit.

Kapan perlu pindah dari cara gratis?

Satu HP bergantian atau perangkat tertaut masih cukup kalau chat per hari masih sedikit dan admin jarang bekerja bersamaan. Tanda kamu mulai butuh shared inbox:

  • Customer pernah menerima dua jawaban berbeda dari "toko yang sama".
  • Ada chat yang tidak dibalas sampai besok karena semua mengira orang lain sudah membalas.
  • Kamu tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana seperti "siapa yang menangani komplain kemarin?"
  • Admin keempat atau kelima mulai bergabung.

Memakai 1 nomor untuk banyak admin dengan WaKita

WaKita adalah shared inbox berbentuk papan kanban. Nomor WhatsApp disambungkan lewat API resmi Meta dengan login Facebook, tanpa scan QR, dan nomor tetap bisa dipakai di aplikasi WhatsApp Business di HP. Tiap admin login dengan akunnya sendiri, sampai 50 anggota per usaha, dengan peran owner, manager, atau agen.

Admin yang membalas pertama otomatis memegang chat itu, dan namanya tampil di kartu sehingga admin lain tidak ikut membalas. Owner dan manager bisa memindahkan chat ke admin lain. Filter Perlu dibalas menampilkan chat yang belum dijawab, dan catatan tim hanya terlihat oleh tim. DM Instagram, Messenger, dan Discord juga bisa masuk ke papan yang sama.

WaKita saat ini masih tahap early access. Lihat cara kerjanya di WhatsApp multi admin, atau coba demo tanpa daftar.

Lihat chat tim pindah dari kolom ke kolom.

Demo membuka papan WaKita asli dengan data contoh. Tanpa daftar, tanpa login.

Artikel lain

  1. WhatsApp multi admin vs WhatsApp Business biasa: mana yang cocok?

    Kelebihan dan kekurangan WhatsApp Business biasa dibanding platform WhatsApp multi admin, plus tanda-tanda kapan usaha kamu perlu upgrade dan kapan belum perlu.

    WhatsApp 3 menit baca
  2. WhatsApp Business API vs WhatsApp Business App: panduan lengkap

    Beda WhatsApp Business App dan API: cara pakai, biaya per pesan Meta, jendela 24 jam, template, dan cara memakai satu nomor di app dan API sekaligus.

    WhatsApp 4 menit baca
  3. 5 tanda bisnis kamu sudah membutuhkan omnichannel

    Checklist kapan usaha perlu pindah dari HP dan spreadsheet ke omnichannel: chat terlewat, balasan dobel, serah terima shift kacau, status pesanan tidak jelas.

    Omnichannel 3 menit baca